Jajang Wahyu Wibisana

http://wahyuwibisana.indonesiaz.com/ https://www.facebook.com/jajangwahyu.wibisana https://www.facebook.com/jajang.wahyu

Selasa, 17 November 2015

Lebih dominan jantan atau betina ? Posted on May 31, 2015 by Mas Nino Ini juga salah satu pertanyaan yang sering muncul, dalam beternak (breeding) jantan atau betina yang lebih dominan? Jawabannya tidak sesederhana pertanyaannya. Secara teoritis harusnya jantan lebih dominan terhadap keturunannya. Karena pada kromosom jantan seluruh bagiannya terisi penuh (XX) sementara pada betina ada bagian yang kosong (XY). Hingga bila terjadi percampuran antara XX dengan XY, tentu X akan mendominasi keturunannya. Dasar teoritis ini bisa disimpulkan bahwa jantan lebih dominan. Tetapi dalam praktek di lapangan orang lebih banyak beranggapan bahwa betina lebih memegang peran penting di dalam beternak. Oleh karena itu umumnya betina lebih sulit keluar dari peternakan, peredarannya begitu dibatasi. Kalau pun bisa keluar tentu dihargai jauh lebih mahal. Keyakinan ini dianut banyak orang tentu berdasarkan pengalaman dan bukti empiris dari praktek. Kalo sudah begini, lantas mana yang benar ? Karena antara teori dengan keyakinan banyak orang begitu bertolak belakang. Menurut saya beternak atau dalam bahasa asing sering disebut dengan istilah breeding tidak semudah dan gamblang itu. Diperlukan jantan yang memiliki karakter baik yang hendak diwariskan. Kemudian jantan tersebut memiliki kemampuan pewarisan sifat yang baik juga. Hingga dapat dikatagorikan sebagai indukan jantan yang baik. Demikian pula dengan betinanya, karena induk jantan yang baik saja tidak cukup untuk melakukan aktifitas breeding. Setelah memiliki induk jantan dan betina yang berkatagori baik masih perlu mencari kecocokan sifat. Supaya menghasilkan keturunan yang mendekati harapan kita. Proses mencari kecocokan inilah yang menurut saya merupakan seni dalam hal beternak. Perlu banyak pertimbahan dalam mencari kecocokan agar serasi. Kata serasi menjadi kata kunci yang penting. Pertimbangan yang bisa dipakai adalah sifat dominan dan resesif setiap individu indukan. Kemudian perbedaan-perbedaan yang diharapkan bisa saling melengkapi. Pertimbangan dari pedigree juga bisa sangat membantu. Dari gambaran singkat yanga ada terlihat bahwa beternak melibatkan banyak hal dan kompleks. Tidak sesederhana pertanyaan awal.

Technic Breeding

Tidak ada komentar:

Posting Komentar