Jajang Wahyu Wibisana

http://wahyuwibisana.indonesiaz.com/ https://www.facebook.com/jajangwahyu.wibisana https://www.facebook.com/jajang.wahyu

Sabtu, 26 Desember 2015

PPMBSI BURUNG MERPATI BALAP SPRINT

MERPATI YANG SAAT INI ADA PADA KAMI MEMANG BUKAN YANG TERBAIK,

NAMUN UNTUK MENJADI YANG TERBAIK DIANTARA YANG BAIK...
HARUS BERAWAL DARI YANG BAIK,...
MENCARI BIBIT YANG TERBAIK,...
BETERNAK DENGAN SISTEM YANG BAIK..
PERAWATAN DENGAN PANDUAN YANG BAIK..
MELATIH DENGAN CARA YANG BAIK...
BERUSAHA UNTUK MENJADI YANG TERBAIK...

PPMBSI PENGLOK SUBANG. BURUNG MERPATI BALAP

SEBAGAI SEBUAH WADAH ORGANISASI YANG BERNAUNG DI BAWAH BENDERA PPMBSI PUSAT, PENGDA SUBANG BERTEKAD UNTUK MENJADI PIONIR DALAM MEMAJUKAN KUALITAS ORGANISASI MERPATI BALAP SPRINT TANAH AIR, TERUTAMA DI TINGKAT PROPINSI JAWA BARAT. PPMBSI PENGLOK SUBANG BESERTA JAJARAN PENGURUSNYA MEMILIKI KOMITMEN YANG KUAT UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA SENI MERPATI BALAP SPRINT, MELALUI PEMBINAAN ANGGOTA PENGHOBI SECARA KONTINUE. PPMBSI PENGLOK SUBANG AKAN BERUPAYA UNUK SELALU AKTIF MENGADAKAN PERLOMBAAN-2 BAIK SETINGKAT NASIONAL MAUPUN LOKAL DAERAH. MARI KITA BERSAMA-2 MEMBANGUN KEKOMPAKAN DALAM MENEKUNI HOBI MERPATI BALAP SPRINT INI. SALAM BEKUR HOBBYS MB MANIA MUARA BLANAKAN SUBANG.

Ppmbsi Penglok Subang. Burung Merpati Balap.

BERPENTAS GEMERLAP Badan Evaluasi dan Riset Peningkatan Kualitas Genetik Merpati Balap Kualitas merpati balap Indonesia harus terus ditingkatkan karena dengan semakin maraknya perlombaan di berbagai daerah dan tingginya harga jual merpati balap, bukan tidak mungkin peluang ini akan dimanfaatkan oleh penggemar dari negara lain untuk mengambil keuntungan. Seperti yang terjadi pada beberapa jenis tumbuhan, hewan, kesenian bahkan produk makanan yang telah dipatenkan oleh negara lain sebagai kekayaan asli mereka. Penggemar merpati balap dapat menunjukkan rasa nasionalismenya dengan cara ikut berkontribusi dalam program peningkatan kualitas genetik merpati balap Indonesia. Adapun program kerja yang akan dilakukan oleh BERPENTAS GEMERLAP diantaranya : 1. Penelitian menyeluruh terhadap merpati balap  Kebutuhan nutrisi Penelitian mengenai kebutuhan nutrisi sangat diperlukan karena merpati balap sehebat apapun tidak akan mampu bekerja bila tidak didukung oleh asupan nutrisi. Pemberian pakan dan suplemen yang sesuai porsi dan komposisinya akan memberikan hasil yang efektif dan efisien. Kita tidak perlu memberikan pakan secara berlebihan bila hanya terbuang percuma atau malah menyebabkan burung terlalu gemuk. Dengan adanya penelitian, informasi yang kita perlukan akan dapat diperoleh dengan hasil yang paling mendekati.  Perlindungan terhadap penyakit Sebagian besar penyakit pada merpati mirip dengan penyakit yang menjangkiti burung atau unggas lainnya. Penelitian terhadap penyakit merpati sangat diperlukan untuk melindungi merpati dari kemungkinan tertulari penyakit yang sedang mewabah. Tidak jarang suatu peternakan merpati balap kehilangan banyak merpatinya karena mewabahnya suatu penyakit. Vaksinasi memang jalan terbaik untuk mencegah timbulnya penyakit. Namun penelitian tetap diperlukan untuk mengimbangi perkembangan virus atau bakteri penyebab penyakit yang mungkin bermutasi.  Bangunan dan bentuk kandang/sangkar terstandar Walaupun merpati mudah diternakkan di berbagai tempat dengan kondisi yang beragam pula, merpati bisa hidup dan bereproduksi. Namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan menjaga keseragaman perlakuan terhadap merpati maka penelitian terhadap ukuran dan bentuk kandang/sangkar yang memenuhi harus dilakukan.  Penelitian tingkat seluler Merpati memiliki kemampuan terbang dan perilaku yang berbeda dengan merpati pos atau merpati tinggian. Ini merupakan ciri khas merpati balap yang harus dijaga dan dilestarikan. Penelitian tingkat seluler memungkinkan bagi kita untuk mengetahui letak gen-gen yang berkontribusi bagi pembentukan karakter burung juara. Bila telah diketahui letak dan banyaknya, maka gen-gen tersebut dapat dijadikan penciri dalam menentukan keunggulan merpati walaupun masih piyik baru menetas. Selain itu dengan berkembangnya teknologi rekayasa genetika, kita dapat menciptakan merpati dengan gen-gen terbaik yang kita inginkan.  Korelasi bentuk dan ukuran tubuh dengan kecepatan dan kelincahan terbang merpati balap Selain penelitian pada tingkat seluler (genetik/turunan), kita juga membutuhkan informasi sejauh mana hubungan katuranggan atau ciri-ciri fisik dengan kemampuan terbang (kecepatan dan gaya terbang). Bila korelasi keduanya diketahui maka kita akan dengan mudah mengukur nilai indeks kemampuan terbang dan indeks keunggulan genetik berdasarkan ukuran-ukuran tubuhnya. Hingga pada suatu saat kita dapat mengadakan kontes betina unggul berdasarkan nilai indeks ini.  Teknologi pendukung latihan, perlombaan dan pembibitan Merpati balap unggul adalah keturunan dari merpati balap unggul pula. Namun tidak mungkin menjadi sang juara bila tidak mendapatkan pelatihan dan mengikuti lomba. Pada saat latihan dan lomba, merpati sangat mudah hilang karena dilepas begitu saja, apalagi di daerah yang baru dan asing baginya. Oleh karena itu, harus ada teknologi pendukung yang melindungi pemilik dari resiko kehilangan dan membantu merpati dalam menemukan posisi betinanya. Selain itu, untuk meningkatkan produktivitas merpati dalam menghasilkan keturunan diperlukan suatu alat praktis yang dapat mengerami dan mengasuh merpati hingga bisa makan sendiri. 2. Mendirikan Bank genetik dan pasar khusus merpati  Menghimpun para investor modal dan bibit Setiap perusahaan yang bergerak di bidang apapun membutuhkan mitra untuk menyimpan sebagian keuntungannya untuk investasi masa depan dan mengasuransikannya untuk menjaga kestabilan perusahaan dari kemungkinan terburuk. Alasan itulah yang menjadi dasar bagi pembentukan bank genetik ini. Adapun manfaatnya bagi para peternak merpati balap diantaranya : a) Mengantisipasi terjadinya kemungkinan terburuk seperti wabah penyakit yang membunuh seluruh merpati balap di suatu bird farm. b) Menghasilkan galur murni unggul sebagai modal utama untuk persilangan di masing-masing bird farm. c) Mengembangkan modal dari setiap investor agar diperoleh keuntungan yang maksimal. Investor terbagi menjadi dua kelompok yaitu investor dana dan investor bibit. Namun seseorang dapat menjadi investor dana sekaligus investor bibit. Dana yang diperoleh dari investor dana akan digunakan untuk menyewa tempat, membangun kandang, membeli pakan dan suplemen, membayar listrik dan air serta membayar gaji perawat. Sedangkan merpati yang diperoleh dari investor bibit akan dijadikan indukan dasar dalam menghasilkan galur murni unggul. Hasil penjualan merpati akan dibagikan kepada para investor setelah dikurangi biaya produksi. Keuntungan yang diperoleh akan dibagikan berdasarkan ketentuan sebagai berikut : a) 70% dibagikan kepada para pemegang saham dana sesuai dengan besar kontribusinya. Misal : total dana terkumpul 40 juta, bila seseorang ikut berinvestasi sebesar 4 juta maka dia memiliki saham sebesar 10% dengan demikian akan mendapatkan bagi hasil sebesar 10% x 70% = 7% dari total keuntungan. b) 20% akan diberikan kepada pemilik merpati yang terjual. Misal : merpati A terjual, A merupakan persilangan jantan B dengan anak betina dari jantan C dan betina D, maka bagi hasil yang akan diperoleh adalah 10% untuk pemilik jantan B dan masing-masing 5% untuk pemilik jantan C dan pemilik betina D. c) 10% akan disimpan dalam kas BERPENTAS GEMERLAP untuk keperluan pengembangan organisasi dan pelaksanaan program.  Membentuk galur murni merpati unggul Merpati balap yang menjadi juara di lapangan dapat dipastikan bukan merupakan merpati galur murni. Merpati juara adalah merpati unggul hasil persilangan yang memiliki banyak keuntungan dari heterozigositas gen-gennya. Ada beberapa hal yang menyebabkan individu hasil persilangan menunjukkan sifat-sifat unggul : - Mewarisi sifat-sifat unggul dari kedua (ras/bangsa) tetua. - Kombinasi gen-gen aditif pada lokus yang berbeda dan adanya aksi over dominan pada gen non aditif memberikan penampilan yang lebih baik (lebih besar/lebih gesit/tahan penyakit dsb). - Heterozigositas gen-gen non aditif menyebabkan kelengkapan keenziman menjadi lebih kompleks sehingga proses-proses metabolisme lebih cepat dan lebih efisien. Untuk memaksimalkan tingkat heterozigositas gen maka yang harus dilakukan adalah menyilangkan dua galur murni yang paling jauh hubungan kekerabatannya tetapi masing-masing memiliki keunggulan yang dominan. Untuk itu diperlukan suatu lembaga khusus yang mengusahakan terbentuknya galur-galur murni tersebut untuk dapat dimanfaatkan secara bersama hasilnya kelak. Galur murni ideal akan memproduksi sel telur dan sel sperma dengan tingkat keseragaman yang tinggi sehingga keturunan yang dihasilkan akan memiliki penampilan yang seragam. Hal ini sangat penting bagi pembeli, karena dengan harga yang relatif sama seseorang tidak akan mau mendapatkan kualitas merpati yang lebih rendah. Penggunaan galur murni sebagai induk diharapkan dapat menjawab keinginan para peternak untuk menghasilkan keturunan yang seragam. Sehingga bila tidak diperoleh hasil yang maksimal dari sepasang merpati, peternak dapat merombak pasangan merpati itu dengan cepat. Untuk menyamakan visi akan pentingnya pembentukan galur murni ini sebaiknya diadakan pertemuan untuk membahasnya lebih serius lagi.  Menghasilkan merpati unggul siap latih Pembentukan galur murni merpati balap akan memberikan keuntungan bagi para pemegang saham bibit karena memiliki akses langsung untuk memperoleh merpati unggul untuk digunakan sebagai indukan di peternakananya. Keuntungan yang akan diperoleh para pemegang saham dana berasal dari penjualan merpati hasil produksi yang sebagian besar adalah merpati persilangan siap latih bukan merpati galur murni. Merpati siap latih dijual dengan harga lebih rendah daripada harga merpati galur murni.

Ppmbsi Penglok Subang. Burung Merpati Balap.

BERPENTAS GEMERLAP yaitu badan evaluasi dan riset peningkatan kualitas genetik merpati balap. terdiri dari bidang evaluasi dan riset, bank gen, sarana jual beli, sertifikasi untuk kejelasan silsilah (ini berguna untuk melindungi pemilik resmi yang merpatinya hilang), sekolah merpati, program pelatihan perawat,joki dan ahli breeding merpati balap. diharapkan dengan adanya badan ini,ppmbsi lebih terbantu untuk mengembangkan hobi ini menjadi kegiatan positif yang menjadikannya lebih dikenal (seperti kuda balap di amerika dan eropa),mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya.setiap perkembangan yang diperoleh akan dipublikasikan kedalam buletin kecil berupa "gelanggang merpati balap (GEMERLAP)" yang terbit setiap minggu. buletin ini berisi laporan hasil lomba,penelitian,iklan,pengumuman,saran/kritik dll yang diharapkan seluruh pehobi dapat berlangganan sebagai media komunikasi.mudah2an buletin ini dapat meredakan dahaga pehobi yang haus akan informasi dan perkembangan merpati balap.

Minggu, 13 Desember 2015

Fungsi Tombol pada Keyboard Pc,Laptop,Notebook dll

• Ctrl + A - Memilih semua teks. • Ctrl + B - Menebalkan Huruf yang terpilih (Bold). • Ctrl + C - Menyalin/menggandakan (Copy). • Ctrl + D - Memilih Jenis Huruf (Font). • Ctrl + E - Perataan tengah (Center). • Ctrl + F - Temukan Kalimat/Huruf (Find). • Ctrl + G - Pergi ke (go to). • Ctrl + H - Temukan Kalimat dan Tindih (Find and Replace). • Ctrl + I - Membuat cetak miring (Italic). • Ctrl + J - Membuat rata kiri kanan/seimbang (Justify). • Ctrl + K - Memasukkan Alamat tautan (Insert Hyperlink). • Ctrl + L - Membuat teks rata kiri (Left). • Ctrl + M - Menggeser penempatan paragraf ke kanan. • Ctrl + Shift + M - Menggeser penempatan paragraf ke kiri. • Ctrl + N - Membuat berkas baru (New). • Ctrl + O - Membuka berkas (Open). • Ctrl + P - Perintah mencetak berkas (Print). • Ctrl + Q - Menghapus pengaturan yang telah dibuat. • Ctrl + R - Membuat rata kanan (Right). • Ctrl + S - Simpan (Save). • F12 - Menyimpan kembali dengan nama yang sama atau berbeda (save as). • Ctrl + T - Menggeser tabulasi bawah ke kanan. • Ctrl + Shift + T - Menggeser tabulasi bagian bawah ke kiri. • Ctrl + U - Membuat garis bawah (Underline). • Ctrl + V - Tempel (Paste). • Ctrl + W - Keluar dari berkas. • Ctrl + X - Potong (Cut). • Ctrl + Y - Mengembelikan perintah yang telah dibatalkan undo (Redo. • Ctrl + Z - Membatalkan perintah sebelumnya (Undo). • F1 : Hampir selalu digunakan sebagai bantuan tombol, hampir setiap program ini akan membantu membuka layar saat ini tombol yang ditekan. Windows Key + F1 akan membuka Microsoft Windows pusat bantuan dan dukungan. Buka Task Pane. • F2: Dalam Windows umumnya digunakan untuk mengubah nama yang disorot atau file icon. Ctrl + Alt + F2 untuk membuka dokumen baru dalam Microsoft Word. Ctrl + F2 menampilkan pratinjau cetak jendela Microsoft Word. • F3: Seringkali membuka fitur pencarian untuk berbagai program termasuk Microsoft Windows. Shift + F3 akan mengubah teks dalam Microsoft Word dari atas ke bawah kasus atau huruf besar pada awal setiap kata. • F4: Terbuka menemukan jendela. Ulangi terakhir dilakukan tindakan (Word 2000 +) Alt + F4 akan menutup program sedang aktif di Microsoft Windows. Ctrl + F4 akan menutup jendela yang terbuka di jendela yang sedang aktif dalam Microsoft Windows. • F5: Dalam semua modern browser Internet akan menekan F5 refresh atau reload halaman atau dokumen jendela. Buka menemukan, mengganti, dan pergi ke jendela Microsoft Word. Mulai tayangan slide dalam PowerPoint. • F6: Pindahkan kursor ke Address bar di Internet Explorer dan Mozilla Firefox. Ctrl + Shift + F6 terbuka buka ke dokumen Microsoft Word. • F7: Biasanya digunakan untuk periksa ejaan serta gramatika memeriksa dokumen Microsoft dalam program seperti Microsoft Word, Outlook, dll Shift + F7 menjalankan Thesaurus memeriksa pada kata disorot. Ternyata pada sisipan browsing di Mozilla Firefox. • F8: Fungsi tombol * untuk memasukkan Windows startup menu, biasanya digunakan untuk masuk ke Windows Safe Mode. • F9: Pengukuran yang Membuka toolbar dalam Quark 5.0. • F10: Pada Microsoft Windows mengaktifkan menu bar di aplikasi yang terbuka. Shift + F10 sama kanan pada icon yang disorot, file, atau link Internet. • F11: Modus layar penuh dalam semua modern browser Internet. • F12: Buka Simpan sebagai jendela Microsoft Word. Shift + F12 menyimpan dokumen Microsoft Word. Ctrl + Shift + F12 mencetak dokumen Microsoft Word.

Fungsi Tombol Keyboard pada Pc,Laptop,Notbook dll

Ctrl + A : Select All Ctrl + B : Bold Ctrl + C : Copy Ctrl + D : Font Ctrl + E : Center Alignment Ctrl + F : Find Ctrl + G : Go To Ctrl + H : Replace Ctrl + I : Italic Ctrl + J : Justify Alignment Ctrl + K : Insert Hyperlink Ctrl + L : Left Alignment Ctrl + M : Hanging Indent Ctrl + N : New Ctrl + O : Open Ctrl + P : Print Ctrl + Q : Normal Style Ctrl + R : Right Alignment Ctrl + S : Save / Save As Ctrl + T : Left Indent Ctrl + U : Underline Ctrl + V : Paste Ctrl + W : Close Ctrl + X : Cut Ctrl + Y : Redo Ctrl + Z : Undo Ctrl + 1 : Single Spacing Ctrl + 2 : Double Spacing Ctrl + 5 : 1,5 lines Ctrl + Esc : Start Menu F1 : Menjalankan fungsis pertolongan yang disediakan pada Word F2 : Memindahkan teks atau objek yang dipilih F3 : Menjalankan perintah AutoText F4 : Mengulangi perintah sebelumnya F5 : Menjalankan perintah Find and Replace atau Goto F6 : Menjalankan Perintah Other Pane F7 : Memeriksaan kesalahan ketik dan ejaan teks F8 : Awal perintah penyorotan/pemilihan teks atau objek F9 : Mengupdate Field (Mail Merge) F10 : Mengaktifkan Menu F11 : Memasukkan field berikutnya (Mail Merge) F12 : Mengaktifkan dialog Save As Esc : Membatalkan dialog / perintah Enter : Melaksanakan pilihan atau mengakhiri suatu paragraf Tab : Memindahkan teks sesuai dengan tanda tab yang ada pada ruler horizontal Windows : Mengktifkan Menu Start Shortcut : Mengaktifkan shortcut pada posisi kursor Delete : Menghapus 1 karakter di sebelah kanan kursor Backspace : Menghapus 1 karakter di sebelah kiri kursor Insert : Menyisip karakter di posisi kursor Home : Memindahkan posisi kurosr ke awal baris End : Memindahkan posisi kurosr ke akhir baris Page Up : Menggulung layar ke atas Page Down : Menggulung layar ke atas Up : Memindahkan kursor 1 baris ke atas Down : Memindahkan kursor 1 baris ke bawah Left : Memindahkan kursor 1 karakter ke kiri Right : Memindahkan kursor 1 karakter ke kanan Num Lock On : Fungsi pengetikan angka-angka dan operator matematik aktif Num Lock Off : Fungsi tombol navigasi aktif Shift + F10 : Membuka menu pintas, sama seperti mengklik kanan Alt : Penekanan tombol yang tidak dikombinasikan dengan tombol lain hanya berfungsi untuk mengaktifkan atau memulai penggunaan menu bar Shift + Delete : Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item dalam Recycle Bin Ctrl + Right Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata berikutnya Ctrl + Left Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata sebelumnya Ctrl + Down Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf berikutnya Ctrl + Up Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf sebelumnya Alt + F4 : Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif Alt + Enter : Menampilkan properti dari objek yang dipilih Alt + Spacebar : Buka menu shortcut untuk jendela aktif Ctrl + F4 : Close dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan Alt + Tab : Switch antara item yang terbuka Alt + Esc : Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka Ctrl + Shift + Tab : Bergerak mundur melalui tab Shift + Tab : Bergerak mundur melalui pilihan Version 2 Keyboard Komputer • CTRL + C (Copy) • CTRL+X (Cut) CTRL + X (Cut) • CTRL+V (Paste) CTRL + V (Paste) • CTRL+Z (Undo) CTRL + Z (Undo) • DELETE (Hapus) • SHIFT+DELETE (Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item dalam Recycle Bin) • CTRL sambil menyeret (men-drag) sebuah item (Menyalin item yang dipilih) • CTRL + SHIFT sambil menyeret item (Buat cara pintas ke item yang dipilih) • Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih) • CTRL + RIGHT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata berikutnya) • CTRL + LEFT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata sebelumnya) • CTRL + DOWN ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal paragraf berikutnya) • CTRL + UP ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal paragraf sebelumnya) • CTRL + SHIFT dengan salah satu ARROW KEY (Sorot blok teks) • SHIFT dengan salah satu ARROW KEY (Pilih lebih dari satu item dalam sebuah jendela atau pada desktop, atau pilih teks dalam dokumen) • CTRL + A (Pilih semua) • Tombol F3 (Mencari sebuah file atau folder) • ALT + ENTER (Melihat properti untuk item yang dipilih) • ALT + F4 (Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif) • ALT + ENTER (Menampilkan properti dari objek yang dipilih) • ALT + SPACEBAR (Buka menu shortcut untuk jendela aktif) • CTRL + F4 (Menutup dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan) • ALT + TAB (Beralih antara item yang terbuka) • ALT + ESC (Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka) • Tombol F6 (Siklus melalui elemen-elemen layar dalam jendela atau pada desktop) • Tombol F4 (Menampilkan Address bar list di My Computer atau Windows Explorer) • SHIFT + F10 (Menampilkan menu shortcut untuk item yang dipilih) • ALT + SPACEBAR (Tampilan menu Sistem untuk jendela aktif) • CTRL + ESC (Menampilkan menu Start) • ALT + huruf digarisbawahi dalam nama menu (Menampilkan menu yang sesuai) • Surat digarisbawahi dalam nama perintah pada menu yang terbuka (Lakukan perintah yang sesuai) • Tombol F10 (Aktifkan menu bar dalam program aktif) • ARROW (Buka menu berikutnya ke kanan, atau membuka submenu) • LEFT ARROW (Buka menu sebelah kiri, atau menutup submenu) • Tombol F5 (Memperbarui jendela aktif atau merefresh) • BACKSPACE (Melihat folder satu level ke atas di My Computer atau Windows Explorer) • ESC (Membatalkan tugas sekarang) • SHIFT ketika Anda memasukkan CD-ROM ke dalam CD-ROM (Mencegah CD-ROM secara otomatis bermain/autoplay) Keyboard Shortcuts Dialog Box • CTRL + TAB (Move forward melalui tab) • CTRL + SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui tab) • TAB (Move forward melalui pilihan) • SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui pilihan) • ALT + huruf yang digarisbawahi (Lakukan perintah yang sesuai atau pilih opsi yang sesuai) • ENTER (Lakukan perintah untuk opsi atau tombol aktif) • SPACEBAR (Pilih atau menghapus kotak centang jika pilihan yang aktif adalah check box) • Arrow tombols Panah (Pilih sebuah tombol jika pilihan aktif adalah group tombol pilihan) • Tombol F1 (Menampilkan Help) • Tombol F4 (Menampilkan item dalam daftar aktif) • BACKSPACE (Membuka folder satu tingkat ke atas jika folder dipilih dalam Simpan Sebagai atau Buka kotak dialog) Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts • Windows Logo (Menampilkan atau menyembunyikan menu Start) • Logo Windows + BREAK (Menampilkan System Properties dialog box) • Logo Windows + D (Menampilkan the desktop) • Logo Windows + M (Meminimalkan semua jendela) • Logo Windows + SHIFT + M (Memulihkan jendela yang diminimalkan) • Logo Windows + E (Membuka My Computer) • Logo Windows + F (Mencari for a file atau folder) • CTRL + Windows Logo + F (Mencari for komputer) • Logo Windows + F1 (Menampilkan Windows Help) • Logo Windows + L (Mengunci keyboard) • Logo Windows + R (Membuka kotak dialog Run) • Logo Windows + U (Membuka Utility Manager) Accessibility Tombolboard Shortcuts • Right SHIFT selama delapan detik (Beralih FilterTombols on atau off) • LEFT ALT + LEFT SHIFT + PRINT SCREEN (Beralih High Contrast on atau off) • LEFT ALT + LEFT SHIFT + NUM LOCK (Mengaktifkan MouseTombols on atau off) • SHIFT lima kali (Mengaktifkan StickyTombols on atau off) • NUM LOCK selama lima detik (Mengaktifkan ToggleTombols on atau off) • Logo Windows + U (Membuka Utility Manager) Windows Explorer Tombolboard Shortcuts Windows Explorer Tombolboard Shortcuts • END (Menampilkan bagian bawah jendela aktif) • HOME (Menampilkan bagian atas jendela aktif) • NUM LOCK + Asterisk sign (*) (Tampilkan semua subfolder yang berada di bawah folder yang dipilih) • NUM LOCK + Plus sign (+) (Menampilkan isi dari folder yang dipilih) • NUM LOCK + Minus sign (-) (Collapse folder yang dipilih) • LEFT ARROW (Collapse pilihan saat ini jika diperluas, atau pilih folder utama) • RIGHT ARROW (Menampilkan pilihan saat ini, atau pilih subfolder pertama) Shortcut Tombols for Character Map Tombol pintas untuk Peta Karakter • Setelah Anda klik dua kali pada grid karakter karakter, Anda dapat bergerak melalui grid dengan menggunakan cara pintas tombolboard: • RIGHT ARROW (Pindah ke kanan atau ke awal baris berikutnya) • LEFT ARROW (Pindah ke kiri atau ke akhir baris sebelumnya) • UP ARROW (Pindah ke atas satu baris) • DOWN ARROW (Pindah ke bawah satu baris) • PAGE UP (Pindah ke atas satu layar pada satu waktu) • DOWN (Pindah ke bawah satu layar pada satu waktu) • HOME (Pindah ke awal baris) • END (Pindah ke akhir baris) • CTRL + HOME (Pindah ke karakter pertama) • CTRL + END (Pindah ke karakter terakhir) • SPACEBAR (Beralih antara yang lebih besar dan Normal ketika seorang karakter yang dipilih) Microsoft Management Console (MMC) Main Window Tombolboard Shortcuts • CTRL + O (Open yang disimpan konsol) • CTRL + N (Buka konsol baru) • CTRL + S (Save the open console) • CTRL + M (Menambah atau menghapus item konsol) • CTRL + W (Buka jendela baru) • F5 tombol (Update konten dari semua jendela konsol) • ALT + SPACEBAR (Menampilkan menu jendela MMC) • ALT + F4 (Close the console) • ALT + A (Menampilkan the Action menu) • ALT + V (Menampilkan the View menu) • ALT + F (Menampilkan the File menu) • ALT + O (Menampilkan the Favorites menu) Konsol MMC Window Tombolboard Shortcuts • CTRL + P (Mencetak halaman aktif atau aktif pane) • ALT + tanda Minus (-) (Menampilkan menu jendela jendela konsol yang aktif) • SHIFT + F10 (Menampilkan the Action menu shortcut untuk item yang dipilih) • Tombol F1 (Membuka topik Bantuan, jika ada, untuk item yang dipilih) • Tombol F5 (Update konten dari semua jendela konsol) • CTRL + F10 (Memaksimalkan jendela konsol yang aktif) • CTRL + F5 (Memulihkan jendela konsol yang aktif) • ALT + ENTER (Menampilkan kotak dialog Properties, jika ada, untuk item yang dipilih) • Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih) • CTRL + F4 (Close jendela konsol yang aktif. Ketika sebuah konsol hanya memiliki satu jendela konsol, jalan pintas ini akan menutup konsol) Remote Desktop Connection Navigation • CTRL+ALT+END (Open the m*cro$oft Windows NT Security dialog box • ALT + PAGE UP (Beralih antara program dari kiri ke kanan) • ALT + PAGE DOWN (Beralih antara program dari kanan ke kiri) • ALT + INSERT (Cycle melalui program-program yang terakhir digunakan) • ALT + HOME (Menampilkan menu Start) • CTRL + ALT + BREAK (Beralih komputer klien antara jendela dan layar penuh) • ALT+DELETE (Menampilkan the Windows menu) ALT + DELETE (Menampilkan the Windows menu) • CTRL + ALT + Minus sign (-) (Membuat snapshot dari jendela aktif klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan PRINT SCREEN pada komputer lokal.) • CTRL + ALT + Plus sign (+) (Membuat snapshot dari seluruh area jendela klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan ALT + PRINT SCREEN pada komputer lokal.) Internet Explorer navigation Internet Explorer navigasi • CTRL + B (Membuka kotak dialog Atur Favorit) • CTRL + E (Open the Mencari bar) • CTRL + F (Start the Find utility) • CTRL + H (Open the History bar) • CTRL + I (Open the Favorites bar) • CTRL + L (Buka kotak dialog Open) • CTRL + N (Start contoh lain dari browser dengan alamat Web yang sama) • CTRL + O (Membuka kotak dialog Buka, sama seperti CTRL + L) • CTRL + P (Membuka kotak dialog Print) • CTRL + R (Memperbarui halaman Web ini) • CTRL + W (Close jendela aktif)

Ppmbsi Burung Merpati Balap Subang

Ppmbsi Burung Merpati Balap Subang

Ppmbsi Burung Merpati Balap Subang

Ppmbsi Burung Merpati Balap Subang

Rabu, 09 Desember 2015

Peraturan PPMBSI Lomba Burung Merpati Balap

Peraturan Lomba Merpati Balap Di group PPMBSI (Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia) telah diadakan diskusi virtual tentang peraturan lomba merpati balap. Fasilitator diskusi ini adalah salah seorang pengurus PPMBSI yaitu Pak Koneng atau nama akun facebooknya Ilsogno BF. Peraturan ini masih terbuka untuk perubahan dan masukan. Ini dia aturan lomba merpati balap sprint. dari aturan tersebut nampak bahwa garis finishnya adalah badan merpati pasangan atau jokinya. Sehingga, merpati yang jantan harus mampu mencapai merpati betina dengan tepat sasaran. Istilah di dunia merpati balap indonesia adalah tembakan. Untuk bisa seperti itu, selain diperlukan mata yang tajam, juga diperlukan supit urang yang kuat. Supit urang ini adalah tulang antara dubur dan kaki. Supit urang ini adalah bagian yang berbenturan dengan tubuh betina, sehingga kalau tidak cukup kuat maka merpati itu tidak berani untuk terbang dengan kencang.

Peraturan Lomba PPMBSI Burung Merpati Balap

PERATURAN LOMBA Pasal 1 Lomba merpati balap sprint diperuntukan hanya untuk anggota Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia dan Undangan. Pasal 2 Pendaftaran Merpati langsung ke meja panitia dengan mengisi formulir, isilah nama Merpati, warna jantan dan betinanya, kota asal, sesuai dengan tempat dan kedudukan pemilik (ketentuan kepemilikan pada burung pada saat mengikuti lomba-lomba nasional : setiap burung dapat berubah kepemilikannya selama musim berlomba tahun berjalan, bilamana ada perubahan maka POINT yang telah didapat TETAP dan tidak dibenarkan merpati mempunyai dua nama, apabila terjadi maka point yang telah didapat keduanya dihilangkan), nama Joki, nama pemilik, Nomor Kartu Tanda Anggota dan Nomor Cincin. Pendaftaran dibuka jam 10:00 dan ditutup jam 12:00 atau jam dapat dirubah dan panitia diharuskan memberitahukan sehari sebelumnya, tidak ada pendaftaran kembali kecuali daftar ulang bagi merpati yang kalah pada babak pertama dan pendaftaran ulang harus melampirkan bukti pendaftaran pertama. Inipun tergantung dari keadaan cuaca dan jumlah peserta, jika cuaca atau jumlah peserta menurut panitia tidak memungkinkan atau melampaui batas, maka daftar ulang ditiadakan atau dibatasi. Pasal 3 Setiap lomba akan dimulai, lapangan harus dikosongkan dan Joki dengan didampingi satu orang pendamping untuk segera masuk patik berdasarkan nomor urut pelepasan melalui pengocokan kartu dan kartu tersebut diserahkan kepada panitia sebelum Joki memasuki patiknya. Joki dilarang keluar patik sebelum wasit menentukan pemenangnya. Juri dan Hakim Juri dapat mendiskualifikasi Joki yang secara sengaja tidak naik patek pada nomor urut yang telah ditetapkan. Bilamana terjadi Joki memasuki patik bukan pada nomor urutan yang benar, maka merpati milik Joki yang salah tersebut dinyatakan kalah, sedangkan untuk kedua merpati yang ada urutan pelepasan tersebut dinyatakan draw, pelanggaran terhadap ketentuan ini dinyatakan kalah atau diskualifikasi. Pasal 4 Bagi peserta yang telah menerima nomor pelepasan, segera memberangkatkan merpatinya dan apabila terjadi keterlambatan pengiriman merpati ke pelepasan, Juri Lepas dapat mendiskualifikasi dan penerbangan dilakukan secara bertahap atau gelombang demi gelombang dan diberikan waktu untuk mengelop merpati sebelum pelepasan gelombang selanjutnya dilakukan. Pasal 5 Merpati tertukar, terlepas baik sengaja atau tidak, maka merpati dinyatakan kalah. Kecuali di babak pertama tertukar dan untuk selanjutnya merpati tersebut namanya harus tetap sesuai nama awal dan melaporkan ke petugas. Panitia tidak memberikan toleransi atas kelalaian peserta lomba. Joki pelepas dan Joki finish harus diberi rekaman nomor pelepasan oleh petugas atau panitia. Pasal 6 Sebelum melepaskan merpatinya, pelepas diharuskan menyerahkan nomor urut pelepasannya ke petugas pelepasan dan Juri Lepas diwajibkan meminta nomor urut pelepasan dan kedua pelepas harus segera masuk kedalam lingkaran patik pelepasan yang telah tersedia dan diawasi oleh wasit pelepasan, bila merpati dilepas dengan pelepas berada diluar lingkaran patik, maka merpati tersebut dinyatakan kalah atau diskualifikasi. Jika merpati yang dilepas tidak mau terbang, pelepas diperbolehkan melepas kembali paling banyak 3 (tiga) kali termasuk pelepasan pertama, lebih dari itu maka merpati tersebut dinyatakan kalah atau diskualifikasi, pada saat pelepasan kembali, pelepas harus berada didalam lingkaran patik semula. Pasal 7 Merpati dinyatakan sah dilepas setelah mendapat aba-aba lengkap, siap dilanjutkan bunyi peluit (priit) atau tanda bunyi yang lain oleh wasit pelepasan. Wasit pelepasan berhak mendiskualifikasi pelepas yang melepas merpatinya lebih dahulu (sebelum peluit berbunyi), dengan kata lain merpati yang bersangkutan dinyatakan kalah. Bila terjadi kedua pelepas tidak juga melepaskan merpatinya sampai lima hitungan setelah aba-aba lengkap, maka wasit pelepas berhak mewakili kedua pelepas tersebut dan merpati dilepaskan bersama oleh wasit pelepasan Pasal 8 Setelah melepas merpatinya, pelepas tidak diperbolehkan melempar benda apapun, kearah merpati yang dilepas dan sanksi terhadap pelanggaran tersebut dinyatakan kalah atau diskualifikasi. Pasal 9 Merpati dinyatakan sah menang jika merpatinya lebih cepat/lebih dulu hinggap, pada siku kebawah atau badan, kaki, ekor, sayapnya terpegang oleh Joki dan Joki harus berada didalam patik, barulah wasit finish menunjuk pemenangnya (penunjukkan yang terakhir). Setelah dinyatakan merpatinya menang, Joki harus melaporkan atau menyebut nama merpati dan kotanya kepengawas lomba di lapangan. Pasal 10 Jika merpati jatuh ditanah atau hinggap ke penonton, maka merpati boleh diambil oleh Joki dengan kedua kaki tetap berada dalam patik. Jika kedua merpati hinggap diluar jangkauan tangan Joki tetapi masih disekitar daerah finish baik dipenonton maupun ditenda, wasit yang memutuskan memberikan kemenangan bagi merpati yang hinggap pertama ke Joki atau memberi keputusan draw. Pasal 11 Patik harus diberikan dua warna yaitu merah dan putih. Pemilihan patik dilakukan oleh joki yang mendapatkan nomor urut pertama pada setiap terbangannya dan joki selanjutnya mengikuti patik yang didapat joki pertama tersebut, dan apabila joki salah menempati patik dan joki satunya naik patik sebelahnya maka terbangan dinyatakan sah. Serta apabila joki salah menempati patik dan joki satu tidak naik patik maka joki yang salah patik tersebut burungnya didiskualifikasi. Pendamping Joki yang menempati patik sebelah kiri, harus berada di sebelah kiri Jokinya dan pendamping Joki yang menempati patik sebelah kanan harus berada di sebelah kanan Jokinya. Pendamping Joki tidak boleh melambaikan topi atau benda lainnya yang dapat mengganggu Joki lawan, dan apabila merpati hinggap dipendamping joki dan diberikan kepada joki merpati dinyatakan kalah atau diskualifikasi setelah ada teguran maksimal 3 kali oleh panitia yang ditunjuk. Posisi Juri dan hakim juri berada berseberangan. Pasal 12 Joki dan Pendamping dilarang menangkap dengan sengaja merpati lawan (apabila dengan warna yang tidak sama/mirip), bilamana merpati lawan datang atau tertangkap/hinggap tanpa disengaja, maka bilamana memungkinkan Joki diharuskan melepaskan merpati tersebut ketanah secara baik-baik, Joki dilarang untuk memegang atau menghalangi merpati tersebut untuk kembali ke Jokinya. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dinyatakan kalah atau diskualifikasi. Pasal 13 Protes harus segera diajukan setelah kejadian dengan ketentuan sebagai berikut: Untuk protes keputusan Juri finish, yang berhak protes hanya JOKI dan ditunjukan pada HAKIM JURI pada saat joki masih DIDALAM PATIK, hakim juri yang berhak menentukan protes tersebut layak diterima untuk diproses atau tidak, pada saat protes diajukan oleh joki. Pengajuan protes mengenai masalah yang lain dapat diajukan diluar patik. Lapor ke petugas panitia dengan menyebutkan nama merpati, nomor urut pelepasan. Membayar uang protes sebesar 2 (dua) kali uang pendaftaran pada babak penyisihan dan pada 10 besar 5 kali uang pendaftaran dan pada semi-final dst uang protes sebesar 10 kali, kecuali lomba Galatama 1 kali uang pendaftaran (ditambah Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah) bilamana JOKI/PEMILIK dari merpati yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan KTA-PPMBSI nya) dan bila keputusan dimenangkan oleh pemrotes, maka uang protes dikembalikan terkecuali uang TAMBAHAN Rp.50.000 nya tidak dapat dikembalikan. Dan uang tersebut dibagikan kepada juri, hakim juri dan juri pelepas. Yang berhak MEWAKILI protes didalam memberikan keterangan hanya JOKI dari merpati yang bersangkutan. Pemrotes dan lawanya harus bersedia dan taat pada ketentuan yang ditetapkan oleh Hakim Juri, Hakim Juri dapat membatalkan keputusan wasit juri finish hanya setelah melihat melalui bukti rekaman video atau computer yang ditayangkan minimal 3 (tiga) kali secara: Perlahan-lahan, dan Gambar per gambar, dan tidak dengan cara ditutup sehingga dapat dibuktikan secara jelas dan nyata pemenangnya dan Hakim Juri menyerahkan hasil penilaiannya secara tertulis kepada panitia. Keputusan Hakim Juri adalah MUTLAK. Jika karena sesuatu hal bukti video atau computer tidak berfungsi, keputusan ditentukan oleh juri, hakim juri dan pengawas lomba. Serta apabila sejak awal video/computer tidak jalan, maka kedua merpati dinyatakan draw. Jika pemrotes tidak melanjutkan proses protesnya atau batal maka untuk Joki yang sama apabila melakukan protes pada babak selanjutnya dihari yang sama akan dikenakan biaya protes sebanyak 2 kali lipat biaya protes yang berlaku. Pemprotes sebelum melakukan protes terlebih dahulu harus membaca ketentuan yang ditetapkan, sebagai berikut: Pemilik, Joki, Pendamping maupun pelepas dilarang keras melakukan/mengeluarkan kata-kata kotor terhadap Juri, Dewan Juri maupun Juri Pelepas, maka apabila terjadi akan dibeikan teguran sampai dengan tidak diperbolehkan melanjutkan lomba. Pemilik, Joki, Pendamping maupun pelepas dilarang keras melakukan PEMUKULAN terhadap Juri, Dewan Juri dan Juri Pelepas, maka apabila terjadi akan dikenakan sangsi tidak boleh melanjutkan lomba dan sangsi berikutnya akan diproses oleh PPMBSI Pusat. Secara kekeluargaan atau hukum yang berlaku. Keberatan tentang hasil protes bisa diajukan secara tertulis kepada Ketua Bidang Lomba PPMBSI Pusat. Pasal 14 Jika terjadi kedua merpati berputar ditempat pelepasan, maka wasit pelepasan yang akan memutuskan untuk pelepasan merpati berikutnya, dengan ketentuan kedua merpati yang berputar tersebut tidak akan mengganggu merpati yang akan dilepaskan berikutnya tersebut, keputusan untuk kedua merpati yang berputar tersebut dinyatakan draw. Pasal 15 Merpati yang dinyatakan draw berarti masuk babak berikutnya, kecuali pada lomba GALATAMA, dan babak perempat final pada Lomba Utama (sisa 8 merpati atau 4 nomor penerbangan) merpati harus terbang ulang sampai ada pemenangnya. Pasal 16 Mulai babak perempat final Joki hanya dapat digantikan oleh Joki lain yang merpatinya tidak ada di perempat final tersebut. Pasal 17 Pada babak I tidak ada Bye. Pasal 18 Jika finalis ada 3 (tiga) merpati, maka undian menggunakan system Bye dan yang mendapatkan Bye langsung masuk babak berikutnya, apabila setelah pengundian terjadi hal-hal yang tidak memungkinkan untuk diterbangkan maka hadiah dan point dibagi sebagai berikut: Yang mendapatkan Bye urutuan ke 1 dan ke 2 di jumlah dan hadiah dibagi 2 dan mendapatkan 1 bagian. Yang tidak mendapatkan Bye jumlah 1 bagian ditambah hadiah dan point ke 3 dibagi 2. Pasal 19 Jika pada lomba sisa 5 (lima) merpati ternyata 3 (tiga) diantaranya dari awal satu Joki, maka kelima merpati berhak mendapatkan Bye dengan cara diundi didepan peserta. Demikian pula pada final sisa 3 (tiga) merpati ternyata 2 (dua) diantaranya dari awal satu Joki, maka ketiga merpati berhak mendapatkan Bye dengan cara diundi didepan peserta. Pasal 20 Selama cuaca memungkinan, kedua finalis wajib diterbangkan untuk menentukan juara Kesatu dan Kedua, Dan apabila salah satu finalis tidak mau terbang dengan sengaja, maka yang bersangkutan dinyatakan kalah, kecuali ada kesepakatan kedua belah pihak mengenai point. Pasal 21 Pada Lomba Galatama hanya ada juara 1 (satu) dan 2 (dua) bila jumlah peserta 6 (enam) atau lebih. Bila peserta kurang dari 6 (enam) maka juaranya hanya 1 (satu). Apabila terjadi di semi final (2 terbangan), yang satu terbangan tidak mau terbang dan dinyatakan diskualifikasi oleh juri lepas, maka yang menjadi juara pertama dan kedua adalah merpati yang sudah terbang. Pasal 22 Jika karena suatu hal Lomba Utama terpaksa dihentikan, maka keputusan panitia akan mengikuti keputusan sebagai berikut: Babak I belum selesai, maka perlombaan dianggap batal dan uang pendaftaran dari kesemua merpati akan dikembalikan setelah dipotong 10 (sepuluh) % untuk panitia, piagam/piala dan nilai/point tidak dibagikan. Mulai dari Babak ke II sudah berjalan sampai dengan babak III tetapi belum selesai, lomba dihentikan maka UANG PENDAFTARAN dibagikan pada sisa burung yang masih ada berdasarkan nomor penerbangan setelah dipotong 10 (sepuluh)% oleh panitia( bagi merpati yang menang mendapat 1 bagian, sedangkan untuk merpati yang belum terbang akan mendapat ½ bagian). Mulai dari babak IV, lomba dihentikan, maka jumlah UANG HADIAH dibagikan berdasarkan Nomor Penerbangan. Pemenang mendapat satu bagian dan yang belum terbang mendapat setengah bagian, setelah hadiah dipotong sepuluh persen (10%) untuk Panitia. Piagam tidak diberikan begitu pula pointnya, untuk piala juga hak Panitia. Tapi jika sudah masuk 20 besar (merpati tinggal 20 pembalap) maka Piagam, Piala dapat diundi untuk Point dibagi rata. Pasal 23 Panitia dalam menentukan pasangan terbang agar berpedoman mutlak pada unsur undian terbuka, adil dan terkendali dengan ketentuan sebagai berikut: a) Kecepatan dan kelancaran lomba sebagai tujuan, sehingga pendaftaran harus ditutup pada pukul 11:00 waktu setempat, atau atas ketentuan panitia. b) Prinsip: merpati PENGDA penyelenggara berpasangan dengan merpati para undangan/tamu luar kota, jika merpati PENGDA kota panitia belum/tidak ada yang mendaftar, maka sesama merpati tamu menjadi pasangannya dan oleh karena kelambatan/perbedaan waktu daftar sangat dimungkinkan pasangan dari satu PENGDA. c) Mulai babak pertama sampai selanjutnya (akhir), pengocokan kartu antar blok. Pertimbangan merpati yang tidak bertemu hanyalah bagi merpati yang sejak awal satu PEMILIK dan PEMILIK yang mempunyai dua joki, terkecuali jumlah LAWANYA KURANG dari jumlah merpati satu PEMILIK tersebut dan apabila ada joki yang merpatinya dimiliki 2 atau lebih PEMILIK nya maka sejak babak awal bisa bertemu sesuai hasil undian. (jika terjadi dua ekor burung terakhir adalah SATU PEMILIK, maka lawan burung tersebut adalah nomor kocokan sebelumnya). Pengadukan/pengacakan kartu dilakukan oleh seorang yang dianggap jujur dan adil dan seorang dari panitia, pengambilan kartu undian selalu diambil dari kartu teratas. Setiap akan mengambil satu kartu harus dikocok lebih dahulu, kedua kartu diambil dan dipasangkan secara tertutup. Pemisahan/pemilihan kartu-kartu dengan motif memisahkan nama-nama merpati yang kuat atau yang diutamakan sangat tidak dibenarkan. Pengundian diawasi oleh seorang Pengawas yang ditunjuk oleh PUSAT, ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan disamping meringankan tugas penyelenggara. Panitia harus menempelkan hasil babak penyeisihan di papan pengumuman sehingga dapat dikontrol oleh para peserta lomba. Pasal 24 Demi keberhasilan dan lancarnya lomba, bila Hakim Juri mendapat kesulitan di dalam membuat keputusan oleh karena ada kejadian yang tidak atau belum diatur di dalam peraturan lomba, maka panitia berhak melakukan musyawarah dengan Pengda Setempat dan Pengawas Lomba. Pasal 25 Demi lancar, dan tertibnya penyelenggaraan lomba maka diwajibkan setiap peserta memahami untuk kemudian mentaati peraturan dan ketentuan yang ada. Apabila terdapat butir-butir yang kurang jelas, sebelum mendaftarkan merpatinya untuk mengikuti lomba, panitia penyelenggara menganggap peserta tersebut telah memahami dan akan mentaati seluruh peraturan. Pasal 26 Dilarang keras berjudi di arena lomba, pelaku bertanggung jawab atas resiko yang diakibatkannya. Pasal 27 Dengan ditetapkannya Peraturan Lomba Merpati Balap Sprint ini maka Keputusan Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia Nomor: KEP-001A/PPMBSI/2006 tentang Peraturan Lomba Merpati Balap Sprint dinyatakan tidak berlaku.Pasal 28Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.

Ring PPMBSI NATIONAL Burung Merpati Balap Sprint

Ring Nasional Merpati Balap Jika anda mempunyai merpati balap yang potensial untuk berlaga di arena balap nasional, ada baiknya anda memasang ring PPMBSI (Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia) pada kakinya. Manfaatnya, dengan ring itu, burung merpati balap anda akan berhak untuk berlaga di lomba merpati balap yunior dan mendapatkan diskon untuk mengikuti lomba merpati balap tingkat nasional. Ring itu dipasang pada saat burung masih piyik dalam bahasa jawanya, atau masih kecil. Kalau sudah besar burung merpatinya, ring itu akan terlalu kecil untuk bisa masuk ke kaki burung merpati tersebut. Pada ring tersebut terdapat kode nomor unik merpati balap nasional. Tidak ada nama peternak maupun nama merpati. Kalau anda menginginkan nama peternakan dan nama burungnya, anda bisa menambahkan ring baru pada kaki satunya. Untuk mendapatkannya, anda bisa menghubungi perwakilan PPBSI terdekat. Berikut ini penampakan dari ring nasional tersebut:

Ring PPMBSI/Nasional (Persatuan Penggemar Meepati Balap Sprint Indonesia)

Ring Nasional Merpati Balap Jika anda mempunyai merpati balap yang potensial untuk berlaga di arena balap nasional, ada baiknya anda memasang ring PPMBSI (Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia) pada kakinya. Manfaatnya, dengan ring itu, burung merpati balap anda akan berhak untuk berlaga di lomba merpati balap yunior dan mendapatkan diskon untuk mengikuti lomba merpati balap tingkat nasional. Ring itu dipasang pada saat burung masih piyik dalam bahasa jawanya, atau masih kecil. Kalau sudah besar burung merpatinya, ring itu akan terlalu kecil untuk bisa masuk ke kaki burung merpati tersebut. Pada ring tersebut terdapat kode nomor unik merpati balap nasional. Tidak ada nama peternak maupun nama merpati. Kalau anda menginginkan nama peternakan dan nama burungnya, anda bisa menambahkan ring baru pada kaki satunya. Untuk mendapatkannya, anda bisa menghubungi perwakilan PPBSI terdekat. Berikut ini penampakan dari ring nasional tersebut:

http://googleweblight.com/?lite_url=http://merpatibalaptop.blogspot.com/2015_06_01_archive.html?m%3D1&ei=CTLLPNU2&lc=id-ID&s=1&m=917&ts=1449720465&sig=ALL1Aj71HtNL40Wg8fZmaAIlhgpY-xIenQ

Jajang Wahyu Wibisana

Sabtu, 05 Desember 2015

Ada pandangan yang keliru pada sebagian hobbys merpati tangkas, yaitu pandangan bahwa burung-burung kolongan (burung patek) yang gagal ‘ngolong’, kelak bagus dijadikan burung tomprang (non patek).  Pandangan ini keliru karena berdasar pengalaman, tidak semua burung ‘gagal ngolong’ itu memiliki perototan yang cocok.   Pun sebaliknya, ada juga yang berpandangan burung yang sudah dilatih tomprang tidak akan bisa jadi juara di medan kolongan.  Pandangan ini juga keliru.  Faktanya, untuk menjadi juara kolongan (juara lho … bukan hiburan), karakter burung kolongan yang cocok adalah (1) mampu terbang cepat meninggalkan lawan, (2) tidak banyak perputar-putar, (3) stut kencang dengan presisi tinggi.  Untuk menjadi burung juara kolongan tidak perlu terbang tinggi, asal bisa lolos masuk ring, burung tercepat dipastikan jadi juara.   Banyak hobiis yang terjebak dalam logika yang salah, yaitu logika “untuk bisa ‘ngolong’ tentu  burung harus terbang tinggi” …  logika ini keliru 100% karena di lomba-lomba besar di lapak begengsi justru para juara didominasi burung-burung terbang rendah !!!  Agar burung bisa dan biasa ‘ngolong’ semata-mata hanya masalah teknik/trik pelatih, bukan masalah tingginya burung terbang ! Ada yang menarik, pada tahun-tahun yang lampau, team kami sering sekali mencoba (bahkan mencari) burung-burung super  ‘ngrobok’ bahkan  pernah menggunakan puluhan burung balap dari trah ternama karena menghindari burung-burung model ¾ dan atas kepala (di tomprangan, burung ‘ngrobok’ justru dicari)  … faktanya 99% dari puluhan bahkan ratusan burung ‘ngrobok’ dan balap tersebut justru  turun dari posisi ¾ atau atas kepala pada lepasan di atas 4 km ! KARAKTERISTIK BURUNG JUARA MODEL KOLONGAN DAN TOMPRANG KOLONGAN TOMPRANG Terbang tidak banyak berputar-putar Harus terbang gandeng Terbang cepat meninggakan lawan tak perlu gandeng Perototan harus bagus Ngolong Stamina harus sangat bagus Stut kencang Stut kencang Presisi tinggi Presisi tinggi Note : jarak lepas burung kolongan 1,2-2,5 km;  jarak lepasan burung tomprang 4-7 km.

Jajang Wahyu Wibisana