Jajang Wahyu Wibisana

http://wahyuwibisana.indonesiaz.com/ https://www.facebook.com/jajangwahyu.wibisana https://www.facebook.com/jajang.wahyu

Sabtu, 26 Desember 2015

Ppmbsi Penglok Subang. Burung Merpati Balap.

BERPENTAS GEMERLAP Badan Evaluasi dan Riset Peningkatan Kualitas Genetik Merpati Balap Kualitas merpati balap Indonesia harus terus ditingkatkan karena dengan semakin maraknya perlombaan di berbagai daerah dan tingginya harga jual merpati balap, bukan tidak mungkin peluang ini akan dimanfaatkan oleh penggemar dari negara lain untuk mengambil keuntungan. Seperti yang terjadi pada beberapa jenis tumbuhan, hewan, kesenian bahkan produk makanan yang telah dipatenkan oleh negara lain sebagai kekayaan asli mereka. Penggemar merpati balap dapat menunjukkan rasa nasionalismenya dengan cara ikut berkontribusi dalam program peningkatan kualitas genetik merpati balap Indonesia. Adapun program kerja yang akan dilakukan oleh BERPENTAS GEMERLAP diantaranya : 1. Penelitian menyeluruh terhadap merpati balap  Kebutuhan nutrisi Penelitian mengenai kebutuhan nutrisi sangat diperlukan karena merpati balap sehebat apapun tidak akan mampu bekerja bila tidak didukung oleh asupan nutrisi. Pemberian pakan dan suplemen yang sesuai porsi dan komposisinya akan memberikan hasil yang efektif dan efisien. Kita tidak perlu memberikan pakan secara berlebihan bila hanya terbuang percuma atau malah menyebabkan burung terlalu gemuk. Dengan adanya penelitian, informasi yang kita perlukan akan dapat diperoleh dengan hasil yang paling mendekati.  Perlindungan terhadap penyakit Sebagian besar penyakit pada merpati mirip dengan penyakit yang menjangkiti burung atau unggas lainnya. Penelitian terhadap penyakit merpati sangat diperlukan untuk melindungi merpati dari kemungkinan tertulari penyakit yang sedang mewabah. Tidak jarang suatu peternakan merpati balap kehilangan banyak merpatinya karena mewabahnya suatu penyakit. Vaksinasi memang jalan terbaik untuk mencegah timbulnya penyakit. Namun penelitian tetap diperlukan untuk mengimbangi perkembangan virus atau bakteri penyebab penyakit yang mungkin bermutasi.  Bangunan dan bentuk kandang/sangkar terstandar Walaupun merpati mudah diternakkan di berbagai tempat dengan kondisi yang beragam pula, merpati bisa hidup dan bereproduksi. Namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan menjaga keseragaman perlakuan terhadap merpati maka penelitian terhadap ukuran dan bentuk kandang/sangkar yang memenuhi harus dilakukan.  Penelitian tingkat seluler Merpati memiliki kemampuan terbang dan perilaku yang berbeda dengan merpati pos atau merpati tinggian. Ini merupakan ciri khas merpati balap yang harus dijaga dan dilestarikan. Penelitian tingkat seluler memungkinkan bagi kita untuk mengetahui letak gen-gen yang berkontribusi bagi pembentukan karakter burung juara. Bila telah diketahui letak dan banyaknya, maka gen-gen tersebut dapat dijadikan penciri dalam menentukan keunggulan merpati walaupun masih piyik baru menetas. Selain itu dengan berkembangnya teknologi rekayasa genetika, kita dapat menciptakan merpati dengan gen-gen terbaik yang kita inginkan.  Korelasi bentuk dan ukuran tubuh dengan kecepatan dan kelincahan terbang merpati balap Selain penelitian pada tingkat seluler (genetik/turunan), kita juga membutuhkan informasi sejauh mana hubungan katuranggan atau ciri-ciri fisik dengan kemampuan terbang (kecepatan dan gaya terbang). Bila korelasi keduanya diketahui maka kita akan dengan mudah mengukur nilai indeks kemampuan terbang dan indeks keunggulan genetik berdasarkan ukuran-ukuran tubuhnya. Hingga pada suatu saat kita dapat mengadakan kontes betina unggul berdasarkan nilai indeks ini.  Teknologi pendukung latihan, perlombaan dan pembibitan Merpati balap unggul adalah keturunan dari merpati balap unggul pula. Namun tidak mungkin menjadi sang juara bila tidak mendapatkan pelatihan dan mengikuti lomba. Pada saat latihan dan lomba, merpati sangat mudah hilang karena dilepas begitu saja, apalagi di daerah yang baru dan asing baginya. Oleh karena itu, harus ada teknologi pendukung yang melindungi pemilik dari resiko kehilangan dan membantu merpati dalam menemukan posisi betinanya. Selain itu, untuk meningkatkan produktivitas merpati dalam menghasilkan keturunan diperlukan suatu alat praktis yang dapat mengerami dan mengasuh merpati hingga bisa makan sendiri. 2. Mendirikan Bank genetik dan pasar khusus merpati  Menghimpun para investor modal dan bibit Setiap perusahaan yang bergerak di bidang apapun membutuhkan mitra untuk menyimpan sebagian keuntungannya untuk investasi masa depan dan mengasuransikannya untuk menjaga kestabilan perusahaan dari kemungkinan terburuk. Alasan itulah yang menjadi dasar bagi pembentukan bank genetik ini. Adapun manfaatnya bagi para peternak merpati balap diantaranya : a) Mengantisipasi terjadinya kemungkinan terburuk seperti wabah penyakit yang membunuh seluruh merpati balap di suatu bird farm. b) Menghasilkan galur murni unggul sebagai modal utama untuk persilangan di masing-masing bird farm. c) Mengembangkan modal dari setiap investor agar diperoleh keuntungan yang maksimal. Investor terbagi menjadi dua kelompok yaitu investor dana dan investor bibit. Namun seseorang dapat menjadi investor dana sekaligus investor bibit. Dana yang diperoleh dari investor dana akan digunakan untuk menyewa tempat, membangun kandang, membeli pakan dan suplemen, membayar listrik dan air serta membayar gaji perawat. Sedangkan merpati yang diperoleh dari investor bibit akan dijadikan indukan dasar dalam menghasilkan galur murni unggul. Hasil penjualan merpati akan dibagikan kepada para investor setelah dikurangi biaya produksi. Keuntungan yang diperoleh akan dibagikan berdasarkan ketentuan sebagai berikut : a) 70% dibagikan kepada para pemegang saham dana sesuai dengan besar kontribusinya. Misal : total dana terkumpul 40 juta, bila seseorang ikut berinvestasi sebesar 4 juta maka dia memiliki saham sebesar 10% dengan demikian akan mendapatkan bagi hasil sebesar 10% x 70% = 7% dari total keuntungan. b) 20% akan diberikan kepada pemilik merpati yang terjual. Misal : merpati A terjual, A merupakan persilangan jantan B dengan anak betina dari jantan C dan betina D, maka bagi hasil yang akan diperoleh adalah 10% untuk pemilik jantan B dan masing-masing 5% untuk pemilik jantan C dan pemilik betina D. c) 10% akan disimpan dalam kas BERPENTAS GEMERLAP untuk keperluan pengembangan organisasi dan pelaksanaan program.  Membentuk galur murni merpati unggul Merpati balap yang menjadi juara di lapangan dapat dipastikan bukan merupakan merpati galur murni. Merpati juara adalah merpati unggul hasil persilangan yang memiliki banyak keuntungan dari heterozigositas gen-gennya. Ada beberapa hal yang menyebabkan individu hasil persilangan menunjukkan sifat-sifat unggul : - Mewarisi sifat-sifat unggul dari kedua (ras/bangsa) tetua. - Kombinasi gen-gen aditif pada lokus yang berbeda dan adanya aksi over dominan pada gen non aditif memberikan penampilan yang lebih baik (lebih besar/lebih gesit/tahan penyakit dsb). - Heterozigositas gen-gen non aditif menyebabkan kelengkapan keenziman menjadi lebih kompleks sehingga proses-proses metabolisme lebih cepat dan lebih efisien. Untuk memaksimalkan tingkat heterozigositas gen maka yang harus dilakukan adalah menyilangkan dua galur murni yang paling jauh hubungan kekerabatannya tetapi masing-masing memiliki keunggulan yang dominan. Untuk itu diperlukan suatu lembaga khusus yang mengusahakan terbentuknya galur-galur murni tersebut untuk dapat dimanfaatkan secara bersama hasilnya kelak. Galur murni ideal akan memproduksi sel telur dan sel sperma dengan tingkat keseragaman yang tinggi sehingga keturunan yang dihasilkan akan memiliki penampilan yang seragam. Hal ini sangat penting bagi pembeli, karena dengan harga yang relatif sama seseorang tidak akan mau mendapatkan kualitas merpati yang lebih rendah. Penggunaan galur murni sebagai induk diharapkan dapat menjawab keinginan para peternak untuk menghasilkan keturunan yang seragam. Sehingga bila tidak diperoleh hasil yang maksimal dari sepasang merpati, peternak dapat merombak pasangan merpati itu dengan cepat. Untuk menyamakan visi akan pentingnya pembentukan galur murni ini sebaiknya diadakan pertemuan untuk membahasnya lebih serius lagi.  Menghasilkan merpati unggul siap latih Pembentukan galur murni merpati balap akan memberikan keuntungan bagi para pemegang saham bibit karena memiliki akses langsung untuk memperoleh merpati unggul untuk digunakan sebagai indukan di peternakananya. Keuntungan yang akan diperoleh para pemegang saham dana berasal dari penjualan merpati hasil produksi yang sebagian besar adalah merpati persilangan siap latih bukan merpati galur murni. Merpati siap latih dijual dengan harga lebih rendah daripada harga merpati galur murni.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar